Senin, 21 Juli 2014

komunikasi

di suatu minggu gw telponan sama bunga. lagi penjajakan biasalah. obrolan kami sih sering diemnya. di akhir pembicaraan gw sih protes. kita berdiskusi tentang komunikasi kami yang ga ngalir ini.
ada 3 poin yang jadi inti pembicaraan:
1. percaya
2. nyaman
3. terbuka
ya tiga poin itu kunci terciptanya komunikasi efektif.

kepercayaan yang menurut gw susah. bahkan belakangan gw melukainya setelah gw mulai mendapat kepercayaannya. hehe. bagaimana lo menjaga amanah, rahasianya.

kenyamanan bisa dibiasakan. gw sih minta dia buka diri buat gw. biar dia merasa nyaman sama gw, biar obrolan kami menjadi mengalir dg sendirinya tanpa keterpaksaan. tenang bagai air dan menyejukkan bagai angin *pret.

keterbukaan kalo gw bilang sih 'imbas' dari kenyamanan dan kepercayaan. kadang juga saking terbukanya bikin sakit loh *curcol.

'kan gw saking terbukanya, gw nyakitin bunga. mematahkan sari2 yang seharusnya gw jaga. semoga gw bisa memperbaiki hubungan kumbang dan bunga. aamiin

Ketuk pintu

Ya sebulan lebih gw deket sama seorang wanita yang sangat menarik hati gw. Sebut saja bunga. Gw ketemu dia di suatu acara pendidikan dan latihan. Gw tertarik sama bunga tu dari awal. Gw galau saat itu pengen ngomong. Tapi gw takut.
Pada akhirnya, hari terakhir, sebelum berpisah, gw memberanikan diri buat bilang ke dia kalo gw tertarik sama dia dan gw pengen kenal dia lebih. Apa respon dia? Ya dia memperbolehkan. Apa yang terjadi hingga saat ini? Kami masih lancar berkomunikasi dengan baik. Jika diumpamakan tuuuu

Bisa dikatakan aku terlanjur mengetuk pintu.
Yang punya rumah udah berjalan untuk membukakan pintu.
Aku punya dua pilihan, aku pergi atau aku menunggu dia membuka pintu.
Jika aku pergi, mungkin dia bingung dan mencariku atau cuek.
Ketika dia membuka pintu, aku bisa dipersilakannya masuk atau aku disuruh menunggunya.
Atau aku malah diusirnya?